Eksistensi Tokoh Desa Bejagung


Oleh: Khusnul Khotimah*

Islam merupakan salah satu dari beberapa agama yang menyebar di Indonesia dan menyebar melalui beberapa saluran atau cara. Tuban merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur dan letaknya berada di pesisir pantai utara sebagai salah satu kota tua memiliki sejarah yang cukup panjang. Letaknya yang berada di kawasan pesisir pantai utara menjadikan Tuban memiliki sejarah tersendiri, khususnya sejarah masa Islam di Tuban. Menurut Graaf & Pigeaud (1985: 164) sudah sejak abad XI dalam berita-berita para penulis China kota Tuban disebut sebagai kota pelabuhan yang penting pada masa Majapahit. Setelah kerajaan Majapahit runtuh, yakni sirna hilang kertaning bumi (1400 Saka atau 1475 M) dipandang sebagai suatu periode yang sangat penting.Peristiwa itu dipandang sebagai sebagai garis pemisah antara zaman Indonesia-Hindu dengan zaman Indonesia-Islam atau antara zaman Indonesia Kuno dengan zaman Indonesia Madya.Agama Islam dapat menyebar dengan cepat di Tuban karena selain syarat untuk memeluk agama Islam mudah juga dipengaruhi oleh letak geografis Tuban.Menurut Groeneveldt dalam (Mustopo, 2001: 133) menyebutkan bahwa peranan pelabuhan Tuban sebagai Bandar Internasional bertambah penting pada masa kerajaan Majapahit.Disebutkan bahwa setiap kapal asing pertama singgah di Tuban, kemudian di Gresik lalu Surabaya dan akhirnya ke kerajaan Majapahit tempat raja bertempat tinggal.Hal ini membuktikan bahwa eksistensi pelabuhan Tuban masa Hindu hingga masa Islam sangat berpengaruh dalam berkembang pesatnya agama Hindu maupun Islam.
Tuban yang pada masa kini mengklaim bahwa Tuban sebagai bumi wali tidak terlepas dari sejarah yang telah membentuknya, selain Tuban yang menobatkan dirinya sebagai bumi wali ada salah satu desa yang juga disebut desa wali, yakni Desa Bejagung dengan “Bejagung desa wali”. Hal tersebut juga tidak akan bisa lepas dari sejarah masa lalu Desa Bejagung yang membangunnya. Jika dilihat memang banyak sekali makam-makam tokoh Islam yang berada di Desa Bejagung sebut saja makam Sunan Bejagung-Lor maupun Sunan Bejagung-Kidul. Lepas dari sejarah kedua sunan tersebut dalam menyebarkan agama Islam di Tuban, uniknya sebutan sunan tersebut digunakan untuk nama desa, yakni Desa Bejagung. Desa tersebut ada di Kecamatan Semanding tepatnya 2 km dari pusat kota Tuban. Menurut cerita masyarakat ada yang mengatakan bahwa sunan Bejagung-Lor yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan mbah Modin Asyari awalnya adalah petani biasa yang suka menanam jagung, namun beliau mempunyai kesaktian lebih.Sunan Bejagung-Lor mempunyai keahlian dalam bertani dan kemungkinan sunan Bejagung-Lor ini memanfaatkan keahliannya tersebut untuk berbaur dengan masyarakat lainnya dan berdakwah menyebarkan Agama Islam. Menurut cerita karena Sunan Bejagung-Lor yang suka menanam jagung akhirnya yang semula bernama “Mojogung” dengan pengucapan orang Jawa akhirnya menjadi “mBejagung” namun hal ini masih belum dapat dijadikan sebagai fakta sejarah karena ketidakjelasan sumber.
Jika dikaji ulang hal ini dapat dikaitkan dengan ciri pesantren kuno. Lombard (2008: 132-134) pesantren kuno memiliki cirri sebagai berikut: pertama, lokasinya berjauhan dari keramaian dan dari pusat kekuasaan politik, tujuannya adalah untuk membentengi diri dari panetrasi asing (hidup mandiri tanpa bantuan dari penguasa), sehingga dengan wilayah Bejagung yang berbatu dan pada dataran yang lebih tinggi cocok untuk ditanami jagung. Untuk memenuhi kebutuhan pesantren para kyai dan santri melakukan bercocok tanam jagung.Hal ini mungkin berkaitan dengan pemberian mana Sunan Bejagung.Tujuan selanjutnya adalah untuk mengkonsentrasikan dirinya dalam menggali ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari letak wilayah Bejagung yang jauh dari pusat kota pada zaman itu. Kedua, jalinan yang begitu erat antara murid dan guru, kyai dan santri dalam perkebangannya hal semacam ini sudah tampak sebagai ikatan pokok pada zaman kerajaan Hindu-Buddha, perkembangannya jalinan semacam ini oleh lembaga tarekat diperkenalkan hingga pada tingkat pesantren, ini sebabnya sering kyai sebuah pesantren merangkap sebagai syekh terakat tertentu. Kyai-kyai sebagaimana syekh-syekh tarekat, mengajarkan latihan-latihan tertentu dan bimbingan spiritual. Pada saat yang sama santri sebagai imbalannya menghormati dan mematuhinya, sehingga jalinan antara kyai dan santri sangat erat seperti seorang ayah dan anak. Ketiga, sebagai konsekuensi dari persamaan kedua terawatnya kontak dan jalinan antardharma, demikian juga jalinan antarpesantren (antarkyai) serta kebiasaan berkelana untuk melakukan pencarian rohani dan intelektual dari satu pusat ke pusat yang lain.
Berdasarkan hal tersebut dapat dianalisis kembali Sunan Bejagung merupakan sunan dari sunan lokal yang hanya diketahui oleh sebagian masyarat kecil atau masyarakat setempat. Penamaan Desa Bejagung yang menggunakan nama salah satu sunan yakni Sunan Bejagung merupakan penamaan yang dihasilkan dari kegiatan sunan yang membangun pesantren kunonya dengan tidak bergantung pada penguasa sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup maka kyai dan para santri saling bahu-membahu untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bercocok tanam menanam jagung hingga akhirnya disebut sebagai sunan Bejagung yang pada akhirnya dijadikan sebuah nama desa, yakni Desa Bejagung.

Sumber:

  1. Lombard, Denys. 2008. Nusa Jawa: silang budaya II. Jakarta: Gramedia Pustaka
  2. Graaf & Pigeaud. 1985. Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jakarta: Grafiti Press
  3. Mustopo, Habib. 2002. Lintas Budaya pada Masa Peralihan di Jawa Timur Abad XV-XVI M (Konstinuitas dan Kreativitas dalam Budaya Islam). Pidato Pengukuhan Guru Besar Disampaikan pada Sidang Terbuka Senat FS Malang, 3 September

*Khusnul Khotimah, salah seorang guru sejarah di Tuban. Wanita cantik yang lahir pada tahun baru tahun 1994. Lulusan salah satu Universitas di Malang dengan jurusan sejarah. Bertempat tinggal di Dsn. Kuthi Rt. 05 Rw. 04 Ds. Bogorejo Kec.Merakurak Kab. Tuban.

About Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis
View all posts by Tuban Literasi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *