Teruntuk Mbak-mbak dan Mas-Mas yang Tidak Lolos Tes Perangkat

Oleh : Amrullah AM

Selamat Pagi…
Sugeng Injing…

Mbak-mbak dan Mas-mas yang kemarin ikut terperangkat desa, sudah pada bangun belum? Semoga semua sudah bangun dari mimpi buruk. Semoga tidurnya semalam terasa nikmat dan nggak mbatin gegara nilai tes tulisnya rendah dan tes komputernya njomplang.

Mbak dan Mas yang baik. Saya ikut gemeter saat melihat berbagai terop di tempat-tempat khusus. Di Kecamatan Montong misalnya. Sebuah terop terpasang di platatan masjid. Saya kira ada pengajiannya Pak Bupati eh ternyata ada Mbak dan Mas yang sedang memakai baju putih celana hitam. Pagi itu memang Mbak dan Mas sedang berusaha keras menjadi aparat desa yang bermartabat memperjuangkan hidup agar kelak bisa lebih baik ketimbang sebelumnya.

Mbak dan Mas, pagi itu tes perangkat desa benar-benar dahsyat lho. Jumlahnya buanyak sekali. Sampai ada yang menempati gedung budaya loka sebagai tempat tes. Hingga mengorbankan para seniman di Tuban. Tapi, nggak apa-apa. Mbak-Mas kan tinggal ujian saja. Yang ngurus soal tempat itu panitia. Jadi Mbak-Mas nggak perlu ikut merasa bersalah. Toh, pemerintah ya memang sukanya begitu. Kalau Nglucu kadang nggak tepat waktu.

Keramaian yang saya lihat tak hanya di gedung budaya loka dan masjid di Kecamatan Montong. Namun, di Jatirogo pun demikian. Terlihat di luar pagar berdiri beberapa kerabat Mbak-Mas yang sedang menunggu sampeyan-sampeyan ujian. Mereka menunggu dengan setia atas perjuangan yang Mbak-Mas lakukan.

Wajahya penuh harapan. Mulutnya komat-kamit ucapan doa. Satu hal yang diharapkan. Lolos dan kelak dilantik menjadi sekretaris desa atau kepala urusan lainnya. Sungguh mulia sekali doa-doa kala itu. Saya tidak bisa membayangkan. Betapa sibuknya malaikat harus mencatat permohonan Mbak-Mas dengan permintaan yang sama. Malaikat bagian pencatat pasti harus pelan-pelan untuk mengarsipkan setiap doa sampeyan. Jadi, tidak perlu meragukan malaikat yang sedang mengarsipkan doa-doa sampeyan. Kalau tidak diterima menjadi Sekdes atau Kaur bukan berarti doa-doanya tidak sampai. Wong doanya sudah diarsipkan. Ini hanya urusan waktu saja Mbak-Mas. Waktu yang akan menjawab transparan atau tidak proses perekrutan ini. Semua akan terlihat di waktu yang tepat.

Mbak-Mas yang sudah lelah mengerjakan soal tapi belum mujur. Sudah nggak perlu gelo. Meski nilainya tinggal sak encrit tapi kemudian ada orang lain yang nilainya sak encrit di atas anda itu sudah ada yang ngatur. Jadi, tetaplah belajar kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kelak bisa digunakan di ujian lainnya. Setidaknya kalau belajar dua pelajaran itu bisa tertata lagi ikut komentar di grup MIOT, JITU, Kereknews dan grup-grup lainnya. Biar nggak serampangan saja komentar-komentarnya.

Sudah waktunya Mbak-Mas menunjukkan bukti pada alam bahwa menjadi perangkat desa bukan satu-satunya pekerjaan sambilan yang paling menguntungkan. Saya menyebut sambilan karena saya yakin Mbak-Mas yang ikut tes adalah bukan pegangguran murni. Tapi, sudah memiliki aktivitas yang sebenarnya jauh lebih keren ketimbang hanya seorang perangkat desa.

Saya khawatir, Mbak-Mas yang punya mental revolusioner kelak saat jadi perangkat desa justru ketularan aras-arasen. Pengennya santai tapi dapat untung. Jadi ya bersyukurlah bagi yang beruntung karena tidak diterima sebagai perangkat desa. Sebab, anda masih bisa berfikir merdeka. Ngopi sak enggon-enggon tidak harus mentraktir orang.

Coba kalau anda jadi sekdes. Misal anda ngopi di warung. Terus ada gerombolan anda muda yang ngopi di sana juga. Sebagai orang yang punya jabatan kan pasti tidak enak toh kalau nggak bayari. Wong ya hanya kopi saja. Tapi, ketahuilah itu sudah membudaya.

Anda yang tidak jadi perangkat sebenarnya telah diselamatkan. Apa sampeyan sudah siap pura-pura tidak tahu kalau ada penyelewengan dana di desa.

Sebagai generasi penerus yang usianya masih produktif perlu ada langkah trobosan. Mari kita rebut ruang-ruang lainnya. Intinya Ora dadi Sekdes Ora Patek’en. Ora Dadi Kaur Ora Sompok’en. Sing penting isih iso krungu suarane Nella Kharima dan Via Valen.

Mbak-Mas yang keren dan sudah minum kopi di pagi hari. Selamat berbahagia. Bahagialah tanpa harus meminta orang untuk mengatakan anda sedang bahagia. (*)

 

*Penulis adalah penjaga Rumah Baca Bijaksana 

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: