BUKU

Oleh.Mahfudz Althof AlFariz*

”Enek buku opo iki,” tanyaku pada toko buku langanan sesaat memasukinya. Di toko ini hampir 1 satu tahun aku tak berkunjung. Hampir satu tahun itu pula tak pernah ada asupan buku baru.

Ditoko buku berpintu kayu, rak kayu yang diapit bangunan mewah dan nempat terhimpit. Sejak lulus kuliah pada 4 tahun lalu susananya masih tetap sama. Ramah, dengan pemiliknya yang gayanya sok akrab. Membuat pembeli merasa nyaman.

Pertemuanku pagi itu ternyata malah menjadi momen curhat sang pemilik toko. ”Aku saiki wes ora dodol buku kiri,” ujarnya memulai cerita.

”Kenapa,” tanyaku. Memang toko buku ini dulu penyedia banyak buku kiri, khas bacaan mahasiswa.

”Aku wedi dirampas,” jawabnya. Sebab pada akhir 2018 lalu saat banyaknya perampasan buku salah satunya, toko buku ini menjadi korban. Dia kena razia.

Pada Oktober 2018 lalu 3 bukunya dirampas begitu saja. Buku itu seperti buku Tan Malaka. ”Untung pas iku bukune karek 3 iku, nek akeh terus pie,” ujarnya mengisah momen pahit itu.

”Koyok koncoku neng kediri lagi bar kulakan buku entek 17 juta, kena oprasi buku. Puluhan dus dirampas. Tanpa memberikan uang sedikitpun,” ujarnya menceritakan pengalaman yang mengerikan bagi seorang pedagang. Sebab setelah dirampas tak bakal dikebalikan. Atau diberi uang ganti rugi.

Paling aneh menurutnya buku milik Pramoedya Ananta Toer juga iku termasuk daftar dilarang. ”kok iso,” ujarku menyela cerita pemilik toko buku.

Dari cerita si tukang buku ini, mengingatkanku pada pertanyaan salah satu teman pada 2018 lalu. Yang menanyakan apakah di Blora buku pram dilarang. Saat itu saya tak terlalu menanggapi. Ternyata hari pertemuan dengan si pemilik toko baru menyadarkan saya. Bahwa saya telat. Bahwa pelarangan itu lama.

Tapi tak apalah, pada pertemuan itu saya masih mendapatkan buku di toko itu. Dari Tere Liye berjudul “Bumi”. Itu ada 4 seri tapi saya ambil satu. Katanya sih bagus. Coba dulu lah. Selain itu aku juga dapat 1 buku milik Pram. Katanya itu buku sisa dari pesanan orang. Jika tidak pesanan tidak mungkin ada buku pram dirak kayunya itu. Saya angap itu keberuntuganku.

*Penulis Adalah Kordinator Pasukan Naruto Jawa Timur

About Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis
View all posts by Tuban Literasi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *