Pramudya Ananta Toer: Bukan Pasar Malam 

Sumber: wikipedia

Peresensi    : Mahfudz*

Judul Buku  : Bukan Pasar Malam

Karya            : Pramudya Ananta Toer

“Dan dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang… Seperti dunia dalam pasar malam… Seorang-orang mereka datang. Seorang-orang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah kemana…”

– Pramoedya Ananta Toer –

Berawal dari seorang Anak revolusioner yang pulang kampung, karena dia mendapatkan surat dari pamannya  bahwa ayahnya sakit.

Setelah dia keluar dari penjara selama dua tahun, tiba-tiba  Dia mendapatkan surat dari rumah sakit. Mendengar kabar tersebut dia langaung ke Blora. 

Dari surat yang dia dapatkan dari pamannya yang berbunyi “kalau bisa pulanglah engkau ke blora untuk dua atau empat hari. Ayahmu sakit. Tadinya malaria dan batuk, kemudian ditambah dengan ambien. Ternyata benar, beliau terkena TBC. Ayahmu ada dirumah sakit sekarang dan telah empat kali memuntahkan darah.”

Baru kemudian setelah dia mendapatkan surat itu, langsung saja dia mencari uang untuk berangkat ke Blora.

Dalam novel roman milik Pram ini. Pembaca pasti tak akan menemukan siapa nama sebenarnya nama tokoh utama di novel ini. tetapi di dalam novel ini. Yang akan ditemukan hanya fokus pada tokoh “aku” .

Dalam tokoh ini hanya mengkritik kekerdilan diri sendiri, tapi juga menunjuk muka para jenderal atau pembesar negeri pasca kemerdekaan yang hanya asyik mengurus dan memperkaya diri sendiri.

Potong-potong kisah itu diungkapkan Dengan sisa-sisa kekuatan jiwa yang berenang kan dalam jiwa seseorang mantan tentara muda revolusi yang idealis. Lewat tuturan yang sederhana dan fokus.

Latar dari novel ini adalah rumah yang bertempat di kabupaten Blora dengan sebuah rumah yang depannya ada sebuah gardu.

Dan novel ini adalah novel nyata yang dibuat oleh Pram, berbeda Dengan beberapa karyanya yang lain yang berbaur antara fakta dan fiksi.

Bahkan menurut Romo Y.B Mangunwidjaya karya bukan pasar malam ini adalah karya yang paling disukainya.

*Peresensi adalah Pegiat Literasi di Tuban

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

%d bloggers like this: