Perpustakaan Tuban Sukses Menggelar Acara Bincang Buku “Pagi Berdarah Kali Kepet” Sebuah Karya untuk Rakyat

Peserta bincang Buku “Pagi Berdarah Kali Kepet” mulai berdatangan di perpustakaan mulai dari kalangan Mahasiswa, Pelajar, Guru, Masyarakat dan Para pengamat Sejarah. Tepat pukul 09.00 acara pembukaan dimulai. Dalam Bincang Buku “Kali Kepet” langsung dibuka oleh Kepala Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Joko Priyono S.H, M.Hum dan Yayuk selaku Kepala Bidang Perpustakaan .(29/09/19).

Dalam pembukaan Joko Priyono mengapresiasi karya putra Daerah yang telah membukukan Sejarah Kali Kepet . Dengan ini akan menjadikan Tuban semakin maju dibidang literasinya. Perpustakaan Tuban sangat terbuka untuk masyarakat umum, silahkan kalau mau mengadakan acara apa saja bisa di adakan di Perpustakaan ini. Lanjutnya.

Setelah acara dimulai, dua penulis Buku “Pagi Berdarah Kali Kepet” saudara Edi dan Andik memulai bincang buku dengan sambutan yang meriah dari audience. Edi mengatakan kedatangan Belanda di Tuban 18 Desember 1948 mampu dibendung dan di kalahkan oleh rakyat Tuban yang tergabung dalam Griliya Alam Semesta. Edi memaparkan data data Sejarah, di mana Mbah badroen selaku pelaku sejarah bersama masyarakat dan pasukan Angkatan bersenjata melakukan perlawanan sehingga belanda yang berada di Pos Kali Kepet yang berada di Desa Tunah Kecamatan Semanding Tuban.

Baca: https://www.tubanliterasi.com/resensi/sepenggal-cerita-di-buku-pagi-berdarah-kali-kepet/

Andik memberikan keterangan tambahan, kedatangan Belanda di Tuban hanya ingin mengusai sumber daya Alam yang di miliki Tuban. Bagaimana Belanda hanya ingin mencari 3G. Tujuannya nggak cuma semata-mata mencari keuntungan melalui perdagangan rempah-rempah tetapi ada tujuan yang lebih luas. Tujuan mereka terkait dengan, Gold yang berarti mencari kekayaan dan keuntungan dengan mencari dan mengumpulkan emas, perak dan bahan tambang dan bahan-bahan lain yang berharga. Glory yang artinya kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Mereka saling bersaing dan ingin berkuasa di wilayah baru yang ditemukannya dan Gospel adalah menjalankan tugas suci untuk menyebarkan Agama. Itulan tujuan dari Imprialisme Belanda waktu itu untuk. Tegas Andik.

Kemudian acara dilanjut dengan bicang-bincang dengan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan pendapat terkait perjuangan masyarakat Tuban dalam mempertahankan NKRI.(Red/Eko).

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: