SENIMAN TUBAN BERAKSI

SELANG SELING

Selang-seling dalam Bahasa jawa dapat diartikan sebagai sebuah kesatuan dari beberapa unsur yang saling berbeda dengan ritme yang dinamis dan beraturan. Gerombolan ini sendiri memberikan pemaknaan yang sedikit berbeda dari pemaknaan masyarakat pada umumnya.

Selang seling yang dimaksudkan oleh gerombolan ini adalah semangat dari masing-masing personil dalam proses kekaryaannya. Semangat yang kadang meledak-ledak kadang juga sangat tipis mendrip-mendrip (Ucap Rezzo).

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keadaan lingkungan rumahnya yang apatis pada seni rupa. Rezzo yang tak jarang mendapat cemooh dan diremehkan oleh tetangganya selalu mencoba bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu, semangat tersebut kadang muncul dengan menggebu-gebu dan pada saat yang sama lelaki keriting ini sangat ingin menularkan semangatnya kepada seluruh pemuda di kampung halamannya.

Lain halnya dengan Imam Sucahyo yang seolah tak pernah kendur semangatnya, proses kreatif yang tidak mengenal ruang selalu saja membuat rekan-rekannya termotivasi, Imam yang bahkan sudah sering berpameran diluar negeri ini tetap bersikap biasa dan seolah tak peduli persepsi orang, namun dalam benaknya selalu ada keinginan untuk mengajak generasi muda untuk mengikuti jejak semangatnya tersebut.

Berbanding terbalik dengan Imam, rutinitas sebagai Guru dan beberapa pekerjaan sampingan lain justru menyudutkan Siswandi pada kondisi yang sangat sulit, membagi waktu antara rutinitas dengan proses kreatif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun berkat dukungan dan semangat dari gerombolannya Siswandi mampu mengalahkan rutinitasnya dan dapat terus berkarya.

Di sisi lain adalah Rizky seorang mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Malang yang selalu mengamati perkembangan seni rupa di Tuban melalui kaca mata akademisnya, Riszky yang berniat mengembangkan seni rupa kontemporer di kampung halamannya itu mengaku prihatin dengan semangat anak muda yang sekarang mudah di adu domba oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Perbedaan semangat tersebut yang melatar belakangi gerombolan ini mengadakan pameran dengan mengusung tema SELANG SELING yang berarti perbedaan semangat yang dinamis, gerombolan ini dengan segala carut marutnya telah siap mewarnai kancah sani rupa Tuban yang mereka rasa masih kurang ideal. Semoga dengan pameran seni rupa yang di gagas seniman SIRR ini mampu membangkitkan semangat kaula muda dalam menghargai seni rupa di kabupaten Tuban.

Muchammad Nahrussodiq, S.Sn*
Kurator

, ,

About Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis
View all posts by Tuban Literasi →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *