Ada Apa dengan UNBK

Oleh: Wahyu PDF

Ada hal menggelitik yang membuat saya hari ini merasa bahwa hidup itu seperti komedi, segala sesuatunya tak perlu terlalu dianggap serius. Bahkan kita bisa menganggap sebagian hal di tengah-tengah ketegangan rutinitas kita menjadi bahan untuk melepas penat, sedikit saja tertawa mampu menghangatkan suasana yang serba tegang.

Perihal kuisioner yang dicantumkan oleh Kemendikbud pada soal simulasi UNBK SMK mata pelajaran Bahasa Inggris hari ini, tentang bagaimana jika soal Ujian menggunakan uraian—bukan jawaban singkat—pada UNBK tahap selanjutnya apakah Anda setuju? Oke, saya akan menjelaskan kelucuan apa yang saya tertawakan dari hal ini.

Yang pertama, pertanyaan tersebut posisinya sangat tidak mangkus dan sangkil, alangkah eloknya jika angket tersebut diletakkan setelah siswa menjawab semua soal, bukan menyelipkannya diantara soal-soal.

Terbukti kan, sistem aja belum teramat berbobot kok sudah mau bikin sistem baru dengan soal uraian? Itu pribadi saya sebagai salah satu proktor ruangan ujian. Sebab, pengalaman sebelumnya soal dengan jawaban singkat saja tak sepenuhnya bisa dijawab—masuk sistem—dengan lancar. Jadi saran saya alangkah lebih baik siswa ditanyai tentang sistem UN berbasis komputer ini sudah sesuai atau belum? Jika sudah, silakan perbarui dengan kebijakan Anda yang katanya mempermudah itu. Dan, jika belum, mari kita benahi bersama. Bukan begitu?

Yang kedua, yang membuat saya harus menyiapkan otot pipi untuk tertawa lebih lebar dari biasanya. Jawaban dari siswa yang menggelitik telinga, sebagian kecil ada dari mereka yang setuju, dengan berbagai alasan; untuk soal matematika okelah pakai uraian; demi kemajuan bangsa marilah kita sukseskan UNBK. Apaaa!? Macam kampanye saja. Nah, paling menggelitik adalah jawaban yang kontra dari soal uraian, ada yang menjawab tidak setuju pak, kami siswa jaman now bukan generasi instan, katakan tidak pada uraian.

Ada pula yang menjawabnya bikin horor dan langsung lari ke mushola buat taubatan nasuha, sebab mereka menjawabnya dengan mencantumkan salah satu Hadits Riwayat Bukhori. Tahu sendirilah tentang apa yang sedang viral di media sosial. Jawaban lugu, serius tapi lucu.

Saya paham itu semua adalah gambaran dari unek-unek yang menyampah pada pemikiran mereka. Yang lelah dengan rentetan ujian. Jadi untuk Bapak/Ibu terhormat yang berkuasa di sana. Mohon jikalau memang benar-benar Anda baca jawaban kuisioner tadi. Berpikirlah sejenak, putra-putri kalian di bangku sekolah juga mengalaminya. Jadi, jangan anggap tulisan ini adalah kritik yang tak membangun. Ini hanya suara dari kami para pendidik dan peserta didik. Sesekali menengok ke bawah, ada tawa di balik kesengsaraan kita.

Penulis adalah penulis novel alinea kosong

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: