Kekuatan Halilintar Mbah Hasyim Asy’ari

MUTHOLIBIN*

KH. Hasyim Asy’ari lahir di pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur pada tanggal 24 Dzulqa’dah 1287 Hijriyah atau Februari 1871 Masehi. Kemudian Tepat 7 Ramadhan 1366 , pada pukul 03.00 waktu sahur beliau KH.Hasyim Asy’ari pulang kerahmatullah. Sebagai tokoh yang karismatik dan disegani, maka patutlah kita semua meneladani perjuangan beliau, karena beliau sangat berarti dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pemikiran KH.Hasyim Asy’ari yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia waktu itu adalah Fatwa tentang wajib nya jihad melawan penjajah atau terkenal dengan Resolusi Jihad. Salah satu fatwa yang membakar api revolusi dan munguncang sendi-sendi imprialisme Belanda dengan kekuatan untuk merebut kemerdekaan dari tangan kaum penjajah. Banyak pemuda yang responsif dan aspiratif menyambut fatwa KH.Hasyim Asy’ari tersebut. Sehingga, pemuda pemuda itu bergabung dengan barisan para pejuang dengan suka rela.

Di terangkan dalam buku Tokoh-tokoh Dunia yang mempengaruhi pemikiran Bung Karno. Bung Karno mengatakan, fatwa jihad KH.Hasyim Asy’ari seperti halilintar yang membakar kaum penjajah. Bergabungnya ribuan pemuda setelah fatwa jihad, membuat pemerintah Belanda mulai terusik. Fatwa itu dianggap batu sandungan. Sebab, saat Belanda melihat potensi kaum muda yang besar untuk diajak bekerja sama. Namun, karena para pemuda sudah terpengaruh dengan fatwa-fatwa KH. Hasyim Asy’ari, pemerintah Belanda kehilangan kekuatannya.

Peran dan ketegasan KH. Hasyim Asy’ari membuat bung Karno sangat mengaguminya. Sosok asal Jombang itu adalah pejuang tangguh dan tegas, dan tidak mau berkompromi dengan apa pun yang berhubungan dengan penindasan. Karena inilah bentuk sikap mulia di mana perlawanan tetap harus ditegakkan untuk melawan Imprealisme.

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: