Me-Mekkah-kan Diri

Oleh: Ust. Mutholibin

Jika orang-orang Yahudi mempunyai Jerusalem sebagai kota Suci, orang-orang Katolik menjadikan Vatikan di Roma sebagai kota Suci, maka umat Islam menjadikan Mekkah sebagai kota Suci. Mekkah begitu diagungkan, karena menyimpan tempat-tempat yang bersejarah dan penuh makna.

Mekkah sebagai kota Suci merupakan salah satu janji Allah yang dijelaskan dalam surat Al-Ankabut, ayat 67, Tidakkah kamu lihat, bahwa aku telah menjadikan Mekkah tempat yang Suci dan Aman. Kemudian Allah sendiri yang meminta kepada Nabi Muhammad SAW agar mengalihkan kiblat dalam Shalat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram di Mekkah (QS. Al-Baqoroh (2) :149).

Bagi mereka yang sudah mendapatkan kesempatan untuk berziarah ke Mekkah, baik melalui ibadah umroh maupun haji, sejatinya mereka dapat mengabarkan tentang keharmonisan dan kehangatan persahabatan sesama umat.

Kesuciaan itu betul-betul menciptakan batin semakin haus untuk melakukan kebajikan, dan meredam berbagai nafsu kebinatangan. Mekkah harus berada di hati sanubari setiap umat, terutama untuk mengembangkan nilai-nilai luhur dari agama yang cinta damai dan anti kekerasan.

Mekkah sebagai kota para Nabi telah terbukti, bahwa dari sanalah nilai-nilai profetik sejatinya hadir dalam kehidupan kontemporer. Nabi boleh berakhir, tapi ajaran kenabian harus terus berlangsung hingga ke akhir zaman. Dan Mekkah merupakan salah satu bukti nyata tentang pentingnya melestarikan ajaran kenabian yang luhur itu. Di dalam salah satu hadis Nabi disebutkan, bahwa Ke-Islaman seseorang dapat diukur dengan dua hal: manusia dapat menjaga perdamaian antar sesama manusia dan keberpihakan kita terhadap orang-orang miskin baik yang sudah dikenal maupun tidak dikenal.

Keistimewaan Mekkah tidak hanya terletak pada kota Mekkah saja, tetapi pada sejauh mana manusia menggugah kesadaranya sendiri untuk “me-Mekkah-kan” diri nya masing-masing. Dimana kota Mekkah sebagai kota yang punya nilai historis, teologis dan sosiologis harus mampu membangun keberagaman yang tidak lagi menjadikan agama sebagai sesuatu yang menghancurkan, tetapi justru menjadi kekuatan yang membangun dan menciptakan perubahan arah yang lebih baik. “Selamat menunaikan Ibadah Haji untuk Masyarakat Kabupaten Tuban yang menjalankan”. Semoga anda yang membaca tulisan ini segera menyusul menjadi tamu Allah ke Baitullah. Amien

Ilustrasi: kabarmakkah.com

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: