MUSPIMNAS: Kader PMII harus Kritis Transformatif

Oleh: Habib*

Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII merupakan Musyawarah tertinggi dalam organisasi PMII.

Secara mufakat, harus tertuang arah gerakan yang lebih progressif melalui pertarungan ide dan gagasan, Kaderisasi, Peraturan Organisasi, maupun Rekomendasi-rekomendasi.

Idealnya, Muspimnas PMII yang melibatkan semua cabang dan koordinator cabang se-Indonesia membahas isu-isu strategis kader dan kebangsaan secara kritis dan transformatif yang akan menjadi rekomendasi Nasional.

Kader PMII harus cerdas dan kritis, serta mampu membaca arah gerakan berdasarkan kondisi kebangsaan saat ini. Sehingga, muspimnas kali ini menghasilkan gagasan besar dan sikap PMII yang jelas terhadap tantangan jaman.

Boleh saja, Muspimnas PMII 2019 membahas PO dan Pengembangan Kaderisasi. Namun, tidak boleh melupakan hal lain yang lebih fundamental yang harus diperhitungkan seperti, sikap PMII terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, Paradigma baru PMII, Menolak militerisasi institusi sipil yang diwacanakan oleh Istana, Menyikapi oligarki tambang dibalik pilpres 2019, Manifesto politik PMII , Mempertegas posisi PMII, Mendorong budaya literasi digital ditengah hilir mudik Hoax, RUU tentang kekerasan seksual, dll.

Jangan sampai musyawarah tertinggi ini tong kosong nyaring bunyinya dan jadi ajang politik. Musyawarah ini harus bisa menjawab tantangan-tantangan di bawah yang dihadapi oleh kader PMII secara nasional.

Kader butuh pegangan untuk menghadapi dinamika sosial, politik, kebangsaan, dll. Arah gerakan harus visioner, kekinian, dan satu visi. Sehingga, kader PMII bisa membusungkan dada dengan pola fikir yang kritis dan transformatif.
Inilah momennya.

*Penulis adalah Wakil Ketua II PMII Jatim asal Tuban

About Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis
View all posts by Tuban Literasi →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *