Polling Sosok Bupati Muda Tuban: Kang Aam dan Mas Eddy Alternatif Pemimpin Muda Tuban

Oleh: Wahyu Eka. S*

Bagi kebanyakan masyarakat pasti sudah bosan dengan calon pemimpin yang itu-itu saja. Mereka para golongan tua yang sudah hampir purna usianya, tidak hanya umur namun juga pemikiran yang cenderung konservatif, menjurus orthodok. Masyarakat khususnya Tuban, membutuhkan anak muda yang kritis pemikirannya, kreatif dan cerdas. Guna semakin memajukan Kabupaten Tuban yang penulis rasa stagnan, tidak ada inovasi ataupun gebrakan yang pro wong cilik dan keadilan berbasis sosial-ekologis.

Beberapa waktu lalu, penulis membuat sebuah polling online guna menemukan sosok muda yang tepat tersebut. Dalam polling tersebut terpampang beberapa nama beken, sosok yang sedang digarisbawahi dan mempunyai kompetensi untuk menjadi nahkoda Tuban di suatu hari nanti.

Indikator yang diterapkan dalam polling tersebut tidak main-main, melainkan memilih sosok yang benar-benar representatif. Indikator yang digunakan dalam polling tersebut terdiri dari tiga aspek:

  1. Pemuda yang memiliki visi dan misi berbasis ideologi.
  2. Memiliki inovasi serta konkrit dalam usaha mengembagkan Tuban dalam bidang yang digelutinya.
  3. Sosok yang dijadikan teladan dalam berkegiatan.

Penulis rasa indikator tersebut memang sesuai kebutuhan dalam mencari pemimpin ideal. Walau masih butuh dieksplorasi lagi secara metodologis, agar mendapatkan hasil yang benar-benar valid serta memiliki reliabilitas. Sehingga penilaian tersebut akan semakin obyektif dan memberikan suntikan pengetahuan, guna membuat masyarakat Tuban semakin melek dengan pemimpin yang berkualitas.

Deskripsi Singkat Calon Bupati Muda

Sekitar ada empat calon pemuda yang cocok untuk menjadi Bupati di kemudian hari. Ada sosok pemuda NU yang sangat kharismatik, serta disegani di Tuban. Beliau adalah Gus Syafiq Syauqi yang merupakan menantu dari Bupati sekarang Fatkhul Huda, sekaligus pimpinan GP Ansor Tuban. Gus Syafiq ini merupakan pemuda yang ideal, apalagi menantu sang Bupati, jelas akan ada gagasan baru yang merupakan hasil modifikasi dari gagasan terdahulu.

Kemudian ada Lindra atau akrab disapa Mas Lindra, beliau ini anak dari mantan Bupati Tuban Haeny Relawati. Sebagai putra kedua dari mantan Bupati, dia mewarisi semangat berpolitik dari Ibundanya. Menjadi ketua partai di Kabupaten di usia muda, merupakan salah satu prestasi yang hebat. Sama dengan Gus Syafiq, Mas Lindra tentu akan menelurkan inovasi dan eksplorasi dari gagasan Ibunya terdahulu.

Jika dua sosok tersebut memiliki kedekatan dengan pucuk pimpinan Tuban. Maka dua sosok selanjutnya, berasal dari lingkaran luar. Dua sosok ini memiliki kharisma, inovasi serta daya tarik yang tak kalah dari kedua calon sebelumnya. Ada Amrullah Ali Mubin dan Mas Eddy Purnomo.

Mas Eddy Purnomo merupakan sosok pemuda yang menjadi idola wartawan lokal. Selalu senyum dan menebarkan jala-jala semangat, guna menyemangati mereka yang sedang belajar menjadi wartawan. Beliau, salah satu wartawan cum aktivis yang selalu berpikir kritis, namun jenaka. Sehingga cocok untuk menjadi pemimpin Tuban dikemudian hari, karena wawasannya luas dan tidak kaku dalam berkomunikasi.

Amrullah Ali Moebin yang akrab disapa Gus Aam, Kang Aam atau Aam lainnya. Kang Aam ini merupakan sosok progresif revolusioner, terutama dalam bidangnya yaitu literasi. Bersama sahabatnya Ustadz Mutholibin, pasca pulang digembleng dari kawah candradimuka Malang. Mereka bersama-sama membangun Gerakan Tuban Menulis, guna membuka wawasan generasi muda, agar tidak terjebak dalam kejahiliyahan.

Selain itu, Kang Aam hidupnya tidak jauh dari organisasi dan menjadi pemimpin. Sejak dibangku kuliah, beliau didapuk sebagai ketua BEM UIN Malang. Berkali-kali turun aksi, berkali-kali menjadi pemateri dan tentu cukup konkrit dan inovatif pemikirannya. Sebagai pegiat literasi.

Penjabaran Hasil Polling Bupati Muda Tuban

Terhitung selama tiga hari polling, hingga ditutup setelahnya. Hasilnya cukup menggambarkan bahwa ada sosok yang potensial, memang keterbatasan dari polling ini ialah jangkauannya yang kurang luas. Kira-kira hanya satu rayon, sepertiga komisaritat atau dua rukun tetangga. Namun, paling tidak yang memilih adalah mereka yang kompeten, mempunyai peran di komunitas masing-masing, serta praktisi yang sudah tidak diragukan lagi.

Hasil dari polling tersebut tanpa diduga menempatkan Amrullah Ali Moebin sebagai jawara, dengan hasil sekitar 76,47 %, disusul Eddy Purnomo dengan 11, 76%, lalu ada Gus Syafiq dan Mas Lindra dengan perolehan yang sama yakni 5,88%.

Hasil Polling Calon Bupati Muda Tuban
Hasil Polling Calon Bupati Muda Tuban

Perolehan suara mutlak yang didapatkan Amrullah Ali Moebin, merupakan sebuah hal yang di luar dugaan. Serta mendobrak realitas bahwa sosok di luar politik terkini, ternyata berpotensi menjadi pemimpin Tuban kedepan.

Sebagaimana dalam profil yang sudah dijabarkan, sosok Amrullah Ali Moebin atau Kang Aam ini memang fenomenal. Selain rekam jejaknya yang pernah menjadi pemimpin baik saat mahasiswa atau ketika menjadi wartawan dan akademisi. Beliau ini merupakan tokoh muda literasi yang disegani. Dan selalu menjadi rujukan bagi mereka yang tertarik dalam kegiatan sosial.

Dia merupakan pendidik yang istiqomah dalam perjuangan, disukai mahasiswa tak terkecuali mereka yang sudah senja usia. Penulis produktif nan kritis, bahkan memiliki visi dan misi yang pro ekologis. Tak diragukan lagi, beliau ini alumni PMII, semangat pergerakannya akan mendarah daging. Belum lagi, dia sosok yang toleran mewarisi pemikiran Gus Dur. Bahkan di satu sisi juga memiliki pemikiran progresif Tan Malaka dan Kyai Wahid Hasyim.

Sosok selanjutnya ada Eddy Purnomo alias Mas Eddy, beliau ini cukup kompeten di bidangnya dan guru bagi wartawan lokal. Diidolakan oleh kalangan wartawan dan pemuda progresif. Tulisannya selalu mencerahkan, bahkan mojok.co pernah memuatnya. Ini adalah bukti di balik sisi pemikiran yang kritis terdapat sisi jenaka. Tentu sebagai wartawan cum aktivis, Eddy juga layak menjadi Bupati Tuban dikemudian hari.

Namun penulis rasa, alangkah lebih baik mereka berkoalisi atau berpasangan sebagai Cabup dan Wabup. Tentu perpolitikan Tuban akan berwarna, ibarat revolusi Perancis 1789 akan ada sosok yang berada di sisi kiri, yang sangat gandrung akan keadilan. Mereka yang muda dan mempunyai inovasi serta akan menciptakan kreasi yang populistik. Akan menjadi oase ditengah gurun konservatisme dan orthodoksi, kelompok tua yang sudah tidak relevan lagi gagasannya.

Penulis rasa duet Kang Aam dan Mas Eddy akan mampu, melegakan rasa dahaga para pemilih yang semakin kehilangan arah. Tuban membutuhkan sosok muda ini, sebagai alternatif pemimpin hebat yang mampu menyejahterahkan Tuban, layaknya Bung Karno dan Bung Hatta di masa lampau.

Disclaimer: Penulis rasa cukup penjabaran ini, jikalau memang tidak sepakat, silahkan dibantah lewat tulisan serupa. Bukan komentar facebook yang sangat menjemukkan. Jangan baper, ini bukan hoax namanya, tapi opini (gagasan yang dikemas dari pengalaman, serta bertumpu pada perspektif penulis).

*Penulis adalah Nahdliyin garis nyinyir

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: