Waisak dan Kemerdekaan Manusia

Mutholibin*

Indonesia adalah Negara merdeka. Bangsa Indonesia bangsa merdeka. Maka, setiap warga negara Indonesia, lelaki-perempuan, tua-muda, kaya miskin, berpendidikan sampai tak berpendidikan, ikut partai sampai yang Independen adalah manusia merdeka. Merdeka itu hak, dijamin UUD.

Di momentum memperingati hari raya Waisak 2562/2018. Perayaan keagamaan selalu menjadi momentum penting untuk menyampaikan pesan dan melakukan refleksi terhadap diri. Dimana perayaan Waisak tahun ini sangat penting untuk mengukuhkan kembali jalinan kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Minggu-minggu ini Indonesia digentarkan dengan bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris. Dimana orang-orang tersebut tidak mampu menghargai dan menghormati hak kemerdekaan orang lain.

Yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh konstitusi. Tiga peristiwa suci dari perayaan Waisak terjadi pada satu hari purnama sidi-kelahiran Budha Gautama 623 SM, pencerahan sempurna 588 SM, dan wafatnya Buddha Gautama 543 SM-tidak selesai hanya dengan peringatan, tetapi menjadi momen refleksi yang hidup. Kemuliaan Buddha dengan ajarannya yang akrab dengan ANTI-KEKERASAN dan serba DAMAI relevan dengan kehidupan aktual kita sebagai warga negara Bangsa Indonesia.

Kita berharap semangat berkontestasi dalam pilkada dan pemilu presiden dalam koridor demokrasi, tidaklah sampai mencabik persaudaraan kita sebagai anak bangsa yang sejak dulu sudah majemuk. Perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan bahasa, perbedaan politik adalah keniscayaan Indonesia dalam payung pancasila. Indonesia menjadi indah ketika umat Buddha merayakan Waisak dan pada saat bersamaan umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dan semuanya berjalan dengan berdampingan.

Kalau memang masih ada segelintir orang atau oknum yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bernegara, maka jawabannya hanya ada satu: LAWAN !

Selamat hari raya Waisak bagi yang merayakan.

*Penulis adalah Pegiat Perdamain tinggal di Kabupaten Tuban

Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: