PENGKOR DAN WAJAH PENGUSAHA

Pengkor sebagai sosok antagonis yang memiliki banyak sumberdaya, sosok antagonis pada film gundala garapan Joko Anwar. Sebagai sosok yang digambarkan dengan pertumbuhan pribadi dengan latarbelakang dibesarkan dalam lingkungan keras nan-kejam.

Sosok pengkor dalam film ini diceritakan cukup detail sebagai sosok antagonis yang memegang peran kejahatan dalam film dengan tajuk Negara Butuh Patriot.

Karakter antagonis yang diperankan oleh Bront Palaraes sebagai pengkor besar yang berkuasa dalam banyak aspek. Pengkor kecil diceritakan dalam film ini sebagai sosok anak pengusahan yang sial karena pemberontkan dan kaum buruh, kemudian pengkor besar dididik dalam oleh preman yang mengelola anak-anak kecil dalam lingkungan preman dengan kemasan panti asuhan.

Sebagai pengkor dewasa yang mengusai dunia preman, dengan asosiasi anak-anak pantinya, pengkor mendistribusikan banyak anak sebagai pekerja dengan keahlian khusus, seperti silat, modeling dan lain-lain. Embrio calon anak jahat piaraan pengkor ini menyebar ke berbagai jenis pekerjaan yang bisa saja dipanggil pada lain lanjutan film super hero lokal ini.

Para pemeran antagonis anak-anak panti milik pengkor ini menjadi alat fantastis dengan alat bayar hutang budi. Sebagai alat jual beli hutang budi pada anak-anak ini manjadi alat kapan pun siap dipanggil oleh pengkor. Penguasaan pengkkor dengan gambaran para anggota dewan sebagai komunitas yang bisa dikendalikan oleh pengkor.

Politik balas budi menjadikan pengkor sebagai “rakyat” yang mudah masuk ke kantor masing-masing anggota dewan yang dikendalikan. Satu sosok anggota dewan dengan usia muda dan idealisme digambarkan sebagai sosok yang tidak bisa bertahan lama dan habis hanya dimenit awal film laga lokal ini.

Watak pengusaha culas yang mengesampingkan kepentingan umum, dengan cara mengendalikan para elit, mungkin ini adalah kalimat pendek yang mewakili sosok pengusaha yang hadir pada film ini. Romantisme pengusaha dan politisi jahat cukup jelas digambarkan dalam film ini.

Selamat menonton.

About Tuban Literasi

Komunitas Gerakan Tuban Menulis
View all posts by Tuban Literasi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *